• Follow us

Indonesia

Cek fakta kasus bendera merah putih dan makian rasialisme Papua di Surabaya

Berbagai demonstrasi hingga pembakaran gedung terjadi di Manokwari, Sorong, hingga Fakfak menyusul peristiwa yang terjadi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, 17 Agustus lalu.

Rentetan kejadian itu diibaratkan beberapa pihak sebagai api dan asap alias berhubungan sebab-akibat.

Peristiwa lanjutan hingga kini belum berhenti bergulir, termasuk pengiriman ratusan polisi tambahan ke Papua 'demi stabilisasi keamanan'.

BBC News Indonesia bertemu dan mewawancarai sejumlah pihak yang melihat dan terlibat insiden di Surabaya.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Kejadian di asrama milik Pemprov Papua itu berporos pada dua hal: dugaan perusakan bendera dan makian bernuansa rasialisme.

Bagaimana awal mula kasus bendera dan diskriminasi ras?

15 Agustus

Sejumlah pejabat dan personel Satpol PP Kecamatan Tambaksari datang ke pondokan mahasiswa Papua yang kerap disebut Asrama Kamasan. Mereka datang bersama personel Koramil 02/0831 dan Polsekta Tambaksari.

Asrama dan kantor kecamatan berjarak sekitar 350 meter. Adapun Koramil 02/0831 dan Polsekta Tambaksari berkantor di alamat yang sama dengan kecamatan. Tiga institusi ini bernaung dalam konsep tiga pilar kecamatan.

Pejabat kecamatan Tambaksari, yang tak mau identitasnya disebut, menunjukkan kepada BBC tayangan video kedatangan rombongan mereka ke Asrama Kamasan.

Dalam video itu, Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun, terlihat berdiri di depan pagar asrama dan bertukar kalimat dengan beberapa mahasiswa Papua.

Ridwan terdengar berkata, "Biar saya yang pasang bendera daripada ormas yang datang ke sini."

Anggota Satpol PP akhirnya menancapkan tiang berbendera Merah Putih di depan gerbang Asrama Kamasan.

Penuturan versi kecamatan ini sesuai dengan kronologi yang dipublikasikan penghuni asrama dan Sahura, pengacara publik LBH Surabaya yang mendampingi mereka.

"Kami didatangi camat, Satpol PP, dan TNI untuk memasang bendera di depan asrama," begitu kronologi tertulis versi penghuni Asrama Kamasan.

16 Agustus

Pejabat kecamatan yang meminta namanya tak disebut, mengklaim, tiang yang mereka tancapkan sehari sebelumnya telah berpindah tempat.

Menurutnya, tiang yang tadinya berdiri di depan pagar hari itu berada di antara batas asrama dan rumah sebelahnya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, versi mahasiswa Papua, rombongan kecamatan, koramil, dan polsekta lalu mengecor tiang bendera bendera baru. Titiknya persis di lokasi sebelumnya.

Dalam kronologi tertulis mereka, penghuni asrama Kamasan berkata pengecoran tiang bendera itu dilakukan anggota Satpol PP serta polisi dan tentara tak berseragam.

Sebelum pukul 16.00 sore, rombongan pejabat kecamatan, koramil, dan polsekta Tambaksari kembali datang ke asrama. Pemicunya, tiang bendera yang mereka pasang bengkok ke arah tanah.

Bendera Merah Putih yang terpasang pada tiang itu menyentuh got di depan pagar asrama.

Pimpinan rukun warga menyebut foto kondisi tiang dan bendera itu menyebar di grup Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pacar Keling, Tambaksari.

Siapa yang sebenarnya merusak tiang bendera?

Dorlince Iyowau, perwakilan mahasiswa Papua di Surabaya berkata kepada BBC, "Kami tidak tahu-menahu soal bendera yang jatuh di got itu."

"Kami tahu ketika TNI datang dobrak-dobrak tanpa pendekatan hukum, yang langsung main hakim sendiri dengan Satpol PP dan ormas reaksioner."

"Jadi sekali lagi kami tidak tahu soal kejadian bendera yang jatuh dan kami tidak pernah membuang bendera yang mereka maksud itu ke got," kata Dorlince.

Sementara itu, pimpinan RW di kawasan asrama Kamasan juga tak mengetahui pelakunya.

"Kondisi bendera itu kami tahu dari grup WhatsApp. Saya tidak melihat dengan mata sendiri. Tapi yang semua yang melihat pasti emosi," ujarnya.

Pimpinan RW ini enggan namanya disebut. Ia beralasan, proses hukum atas peristiwa itu tengah berlangsung di kepolisian.

Yang kemudian terjadi, terekam pada sejumlah video yang beredar di media sosial.

Penghuni asrama Kamasan berhadapan dengan massa yang terdiri dari orang-orang berseragam tentara, satpol PP, polisi, dan mereka yang berbaju bebas.

Pria yang dilingkari dalam cuplikan video ini beberapa kali menudingkan tangannya ke penghuni yang berada di balik pagar.

"Jangan banyak omong kamu, keluar sini," begitu salah satu kalimat yang terdengar jelas keluar dari mulutnya.

Bersamaan dengan itu, sejumlah kata-kata rasial berupa nama-nama binatang terlontar ke arah mahasiswa Papua.

Dalam video lain yang direkam penghuni asrama, seorang mahasiswa Papua berkata, "Apa? Mau tangkap saya? Ketok pintu, kita bicara baik-baik."

Seorang perempuan dari kelompok penghuni asrama juga terdengar mengatakan, "Ada proses hukumnya, Pak. Kenapa main hakim sendiri begitu?"

Dalam video itu, seseorang berseragam tentara dan berkacamata hitam juga menuding-nudingkan tangan ke arah penghuni asrama.

"Hei kau pulang sana...," begitu salah satu penggalan kalimat yang terdengar darinya.

Dalam video lain dari arah asrama, orang berseragam tentara lainnya berkata, "Kamu merusak bendera, tak sikat kamu." Ia terlihat menendang pagar dan menyebut nama binatang ke penghuni asrama.

Dalam berbagai video, tampak semakin banyak orang berkumpul di depan asrama Kamasan. Lontaran kata-kata rasial juga makin kerap terdengar.

Beberapa penghuni asrama terlihat kabur ke dalam hunian mereka untuk menghindari lemparan batu dari luar pagar.

Menurut versi mahasiswa Papua, salah satu pria berseragam tentara yang mengeluarkan kata-kata rasial adalah Komandan Koramil Tambaksari, Mayor NH Irianto.

Mereka menuding kalimat yang dilontarkan Irianto juga memprovokasi massa.

Sahura, pengacara LBH Surabaya, menyebut tentara kala itu adalah pihak yang pertama kali datang ke asrama, sebelum polisi, Satpol PP, dan anggota ormas.

BBC datang ke markas Koramil Tambaksari, Kamis (22/08) untuk mengonfirmasi hal itu. Namun seorang anggota koramil bernama Rusdi menyebut Irianto tengah berkegiatan di markas Kodam Brawijaya.

Rusdi juga menolak memberikan kontak atasannya.

Pada hari yang sama, BBC bertemu Juru Bicara Kodam Brawijaya, Letkol Imam Haryadi. Secara komando, Koramil Tambaksari berada di bawah Kodam Brawijaya.

Kepada Imam, BBC menunjukkan dua video yang memperlihatkan beberapa orang berseragam tentara. Namun Imam tak dapat menjawab siapa di antara orang-orang itu yang merupakan Mayor Irianto.

"Posisinya mereka (dalam video itu) agak kabur," kata Imam.

Bagaimanapun, Kepala Penerangan Kodam Brawijaya itu membenarkan bahwa seluruh orang berseragam tentara di video-video itu merupakan anggota Koramil Tambaksari.

Meski menyebut tindakan para tentara itu keliru, Imam tidak dapat memastikan siapa di antara mereka yang mengeluarkan pernyataan rasial.

"Berteriak saja tidak bagus, tidak semestinya mereka berbuat demikian. Model seperti itu tidak dibenarkan. Pasti nanti ada sanksi setelah proses hukum," ujar Imam.

Saat ini, kata Imam, Kodam Brawijaya memberhentikan sementara Irianto dari jabatan Danramil Tambaksari. Keputusan itu disebutnya untuk memperlancar penyidikan yang berjalan di Dinas Intelijen dan Polisi Piliter.

"Merujuk pasal 103 KUHP Militer, dalam menyelesaikan masalah, anggota TNI harus mengedepankan komunikasi sosial," ucap Imam.

"Metode mereka sama sekali tidak menunjukkan pembinaan teritorial."

"Putusan pencopotan jabatan, teguran, atau kurungan, semua akan ditentukan dalam proses hukum di peradilan militer," kata Imam.

Merujuk beberapa video yang direkam kelompok mahasiswa Papua dan LBH Surabaya, massa terus berada di depan asrama Kamasan hingga Jumat (16/08) malam lalu.

Saat itu, tiang bendera yang bengkok telah ditegakkan. Ormas dan warga setempat juga memasang bendera Merah Putih di tiang listrik depan asrama.

Dalam satu video mereka terdengar menyanyikan Indonesia Raya. Sementara pada video lain, mereka melontarkan kata-kata rasial dan mengancam penghuni asrama untuk keluar Surabaya.

Malam itu, kepolisian terlihat mengerahkan kendaraan taktis. Sahura berkata, polisi juga membawa anjing pelacak.

17 Agustus

Menurut Sahura, pada pukul 02.00 WIB, mahasiswa asal Surabaya dan perwakilan KontraS datang ke asrama Kamasan sambil makanan untuk para mahasiswa Papua.

"Setelah negosiasi dengan polisi, kawan itu malah ditangkap polisi. Tapi polisi menggunakan istilah 'mengamankan'," kata Sahura.

"Jam 2 siang mereka baru dilepas. Saya awalnya diminta mendampingi, tapi saya yakin pasti polisi melepaskan mereka."

Sekitar pukul 13.00, puluhan orang berkumpul di depan asrama Kamasan. Selain aparat, warga sipil tampak mengenakan seragam ormas. Kata-kata rasial masih terdengar dalam momentum itu.

Jelang jam tiga siang, kepolisian mengeluarkan peringatan agar penghuni asrama keluar dan menyerahkan diri ke aparat.

Tak lama sesudahnya, mereka menembakkan gas air mata ke arah asrama. Setelah mendobrak gerbang, aparat Brimob bersenjata laras panjang masuk asrama.

Personel Brimob lalu menggiring 43 orang dari kelompok mahasiswa Papua ke truk polisi dan membawa mereka ke markas Polda Jawa Timur.

Mengapa aparat begitu berkeras tentang bendera?

Pimpinan RW di kawasan asrama Kamasan menyebut imbauan pengibaran bendera Merah Putih diberikan kepada masyarakat sebelum Agustus ini.

Pimpinan RW yang meminta namanya tak disebut itu berkata, "Tanggal 1 Agustus warga sudah harus mengibarkan bendera. Saya imbau, 'ayo pasang'. Tapi kalau tidak mau pasang ya tidak apa-apa," ujarnya.

Di sisi lain, Letkol Imam Haryadi menyebut anggota TNI turut berperan dalam momentum kemerdekaan karena wajib mendorong 'bela negara'.

"Pada 17-an kan momennya tepat sekali, bela negara cukup dengan mengibarkan bendera. Itu dasar sekali," ujar juru bicara Kodam Brawijaya tersebut.

Bagaimanapun, kata Sahura, kelompok mahasiswa Papua di asrama Kamasan tidak menolak atau menentang aturan itu. Menurutnya, mereka dalam posisi 'diam' terkait aturan pengibaran bendera.

"Mereka kan tidak menolak saat tiang bendera itu dipasang. Mereka juga bilang, 'Kami baru tahu ada aturan seperti itu'," tuturnya.

Peristiwa terkait bendera di asrama Kamasan juga terjadi 16 Agustus 2018. Kala itu, massa ormas masuk ke dalam asrama untuk mendirikan tiang bendera.

Seperti pekan lalu, ormas itu terdiri antara lain dari Pemuda Pancasila dan Benteng NKRI. Saat itu, usai cekcok, dua kelompok bentrok, baik dengan tangan terbuka maupun senjata tajam dan tumpul.

Kepada pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/08) kemarin, Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut kasus rasial di depan asrama Kamasan.

"Saya telah memerintahkan Kapolri menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras dan etnis yang rasis secara tegas. Ini tolong digarisbawahi," kata Jokowi.

Pernyataan Jokowi itu keluar setelah Kapolda Polda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, berjanji menyelidiki perkara itu bersama institusi terkait, salah satunya TNI.

Di sisi lain, Luki menyatakan pihaknya juga terus mengusut dugaan perusakan bendera. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun orang yang ditetapkan menjadi tersangka dalam dua perkara itu.

Read More



Leave A Comment

More News

BBCIndonesia.com | Berita

Kisah pesan dalam botol yang selamatkan satu keluarga 2019-09-13 04:15:42Terjebak di ngarai yang curam, satu keluarga di Amerika Serikat tak menyangka pesan darurat mereka bakal ditemukan penyelamat.

'Saya pernah diperkosa dan sekarang mencemaskan keamanan anak 2019-09-13 02:12:55Masyarakat Afrika Selatan geram pada rentetan pemerkosaan dan pembunuhan keji terhadap perempuan yang terjadi beberapa pekan terakhir. Mereka menutut

Pelanggar etik jadi Ketua KPK, Jokowi sebut sudah 2019-09-13 00:05:31Ketua KPK baru yang dipilih DPR dinilai bermasalah karena pernah melanggar etik. Tapi Jokowi menilai tak ada yang keliru dalam proses pemilihan terseb

Foto satelit Google Maps memperlihatkan sebuah mobil yang 2019-09-12 21:54:08Seorang pria di Florida, Amerika Serikat, William Moldt menghilang secara misterius 22 tahun dan tulang belulang yang ditemukan di danau dipastikan se

Dugaan keterlibatan 'milisi' di balik kerusuhan Papua dan 2019-09-12 20:01:53Kelompok hak asasi manusia menyerukan investigasi terhadap kematian setidaknya delapan warga sipil dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Di sisi l

Mugabe: Mengapa keluarga tak ingin ia dimakamkan di 2019-09-12 18:49:53Pihak keluarga mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe menyatakan mereka tidak diajak berkonsultasi mengenai rencana pemakaman jenazah mantan orang kua

Kebakaran hutan: Argumen Malaysia-Indonesia soal asap berujung ke 2019-09-12 09:40:21Saling tuding sumber asap akibat kebakaran hutan terjadi antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Adakah solusi menghentikan peristiwa lingkungan ini

Anak dua tahun diperkosa dan diminta bersaksi di 2019-09-12 08:13:32Victoria - bukan nama sebenarnya - diduga diperkosa bulan Mei lalu di prasekolahnya, di ibukota Myanmar, Nay Pyi Taw. Anak ini diminta bersaksi karena

BJ Habibie dan warisan bagi Indonesia dan dunia, 2019-09-12 07:59:44Presiden Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie mewariskan sejumlah hal, dari UU Kebebasan Pers hingga teori "crack propagation", walaupun menj

Meninggal usai berhubungan seks saat dinas luar kota 2019-09-12 06:10:38Sebuah perusahaan Prancis harus menanggung ganti rugi untuk keluarga seorang karyawan yang meninggal dunia setelah berhubungan seks dengan orang asing

Rahasia trik yang mengecoh Anda untuk menjadi lebih 2019-09-12 05:36:27"Efek umpan" dapat mengubah keinginan orang, memperbaiki keuangan Anda, dan banyak lagi.

Djarum Foundation dan KPAI berdamai, audisi beasiswa bulutangkis 2019-09-12 04:53:31Djarum Foundation dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akhirnya berdamai terkait dengan Audisi Beasiswa Bulutangkis. Kedua pihak menyatakan m

Republika Online RSS Feed

Juventus Ditahan Fiorentina, Sarri Akui Timnya Tampil Buruk 2019-09-14 14:07:36REPUBLIKA.CO.ID, FIRENZE -- Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengakui, anak-anak asuhnya gagal menampilkan performa terbaik kala melawat ke markas Fi

Dua Motor Tabrakan, Satu Pengendara Meninggal 2019-09-14 14:05:00WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM - Seorang pengendara sepeda motor tewas dalam sebuah kecelakaan di Dusun Juron, Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Wonogi

Kupang Miliki Kampung Kerukunan 2019-09-14 14:00:00REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menetapkan Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama sebagai kampung kerukunan hi

Andritany Bertekad Jawab Kritik dengan Performa di Lapangan 2019-09-14 14:00:00REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kiper sekaligus kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, bertekad menjawab kritikan yang diarahkan padanya saat bersera

Melayat ke Rumah Habibie, Xanana: Rakyat Berbelasungkawa 2019-09-14 14:00:00REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden pertama Timor Leste, Xanana Gusmao, melayat ke kediaman mendiang BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, pada Sabt

Ini Desa Terbaik dalam Toleransi Beragama di Karanganyar 2019-09-14 13:56:00KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM - Desa Ngargoyoso, Karanganyar, terpilih sebagai desa sadar kerukunan. Tingginya toleransi antarwarga dan kondusivitas

Realisasi PBB Belum 50%, Ini Kata Bupati Karanganyar 2019-09-14 13:45:00KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Bupati Karanganyar, Julyatmono, tetap optimisris tagihan PBB 2019 ini dapat terealisasi. Menurut Bupati, secara umum,

F1 Singapura Terancam Batal Akibat Kabut Asap Indonesia 2019-09-14 13:44:37REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Balapan Formula 1 (F1) Singapura di Sirkuit Marina Bay, pekan depan, 20-21 September 2019, terancam batal. Ini mengingat s

Tampil Perdana di Madrid, Hazard Justru Buat Kesal 2019-09-14 13:35:35REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Eden Hazard akhirnya bisa tampil perdana untuk Real Madrid, Sabtu (14/9) malam WIB. Namun, kiper sekaligus rekan senegara H

Balkonjazz Siap Jadi Festival Tahunan 2019-09-14 13:34:00REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Bakkar Wibowo, inisiator sekaligus direktur Balkonjazz Festival 2019, menegaskan kegiatan yang baru kali pertama dig

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Halmahera, tak Potensi Tsunami 2019-09-14 13:28:37REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang Halmahera, Maluku Utara, pada Sabtu (14/9) pukul 23.21 WIB, dengan kedalaman 10 ki

Sindikat Perampok Digulung Berkat Aksi Korban 2019-09-14 13:24:00SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sedikitnya delapan orang diduga sindikat perampok berhasil diamankan jajaran Satreskrim Polsek Grogol, Polres Su

NASIONAL

Peristiwa Seni juga Berdampak Luas pada Perkembangan dan 2019-09-14 10:09:48 Bandung Art Month 2019, 15 Agustus-15 September melibatkan lebih dari 300 seniman. Event ini terasa penting karena menampilkan sejumlah karya dengan

Derbi Pasundan Tira Persikabo vs Persib Bandung Berakhir 2019-09-14 09:50:19 Osas Saha membawa Tira Persikabo unggul di babak pertama menit ke-15. Namun di penghujung babak pertama, Nick Kuipers mencetak gol perdana bersama Pe

Rekor Dunia Entry Fish Kontes Koi Pecah di 2019-09-14 08:58:51 Pada All Indonesia Koi Show 20th Anniversary ZNA Bandung Chapter 2019 mencapai 4.467 ekor, ini merupakan rekor dunia jumlah entry fish dalam kontes i

132 Atlet dan Official TDL Mendapat Jaminan Asuransi 2019-09-14 08:54:55 Premi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 132 atlet dan official TDL 2019 dibayar oleh penyelenggara untuk masa jaminan program asuransi kecelakaan

Juara Dunia Ramaikan Kejuaraan NPCI Kota Bandung 2019-09-14 08:09:13 NPCI 2019 juga dimeriahkan oleh partisipasi Samantha Edithso WFM, juara dunia catur 2018 kelompok usia 10 tahun.

Kalah 0-2, Harapan Indonesia untuk Masuk Playoff Grup 2019-09-14 07:58:16 Kesempatan Indonesia tinggal di hari kedua yang akan memainkan tiga partai. Jika di partai pertama yang memainkan nomor ganda, Indonesia kalah, maka

Vuelta a Espana 2019: Giliran Cavagna Sukses Break Away 2019-09-14 07:53:36 Remi Cavagna (Decenuninck Quick Step/Prancis) memenangi etape XIX, menyelesaikan rute perbukitan sejauh 163 km (Avila –Toledo) dengan wakt

Pasar Baru Bekasi Kebakaran, Aktivitas Niaga Belum Normal 2019-09-14 07:52:17 "Kobaran api sudah sangat besar, petugas melarang kami masuk demi alasan keselamatan."

Peringatan HUT Karawang ke-386 Diwarnai Unjuk Rasa Terkait 2019-09-14 07:47:21 Mereka mempertanyakan sikap Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap pencemaran lingkungan akibat bocornya sumur YYA-1 milik PHE ONWJ depas Pantai Cila

Indies Atas Nama Fanatisme 2019-09-14 07:40:37 Meski tiket pesawat untuk ke Bali sedang terbilang mahal, buktinya dua band indiepop Inggris Suede dan Primal Scream mampu menyedot animo tinggi untu

Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK Segel 42 2019-09-14 03:18:00 Beberapa provinsi yang dilakukan penyegelan yaitu di Jambi, Riau, Sumatera Selatan, dan paling banyak terdapat di Kalimantan Barat, serta Kalimantan

Kapolda Jateng: Gudang Brimob yang Meledak Berisi Peledak 2019-09-14 02:37:53 "Ada sekitar 30 bahan peledak, paling banyak granat. Menunggu dimusnahkan karena kita tidak punya alatnya," kata Rycko usai mengecek lokasi di Mako

Waspada Online

Sarri Comeback, Juve Kehilangan Tiga Pemain 2019-09-14 12:16:03FLORENCE, Waspada.co.id – Kembalinya Maurizio Sarri sebagai pelatih Juventus dalam lanjutan Serie A kurang mendapat hasil seperti harapan. Pasal

Gawat! Anak di Bawah Umur Ikut Demo Revisi 2019-09-14 12:02:57  JAKARTA, Waspada.co.id – Sejumlah anak di bawah umur turut unjuk rasa mendukung revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberan

Penalti Rashford Jadi Penentu, Abraham Hattrick 2019-09-14 12:01:18MANCHESTER, Waspada.co.id – Manchester United akhirnya mencicipi kemenangan lagi di Liga Premier kala menjamu Leicester City di Old Trafford, Sa

Polisi Amankan Mobil Avanza Tak Berpenumpang Bawa Sabu 2019-09-14 11:24:26HAMPARANPERAK, Waspada.co.id – Mobil Toyota Avanza BK 1904 LX warna hitam ditemukan dalam kondisi tidak berpenumpang di Dusun II Batako, Desa Ta

HUT Satlantas ke-64, Polres Madina Bakti Sosial Bersihkan 2019-09-14 11:14:32MADINA, Waspada.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Satuan Lalu Lintas ke-64 di Kabupten Madina, sejumlah Personil Satlantas Polr

“Ada Dugaan Permainan Uang Pemprovsu Hilang di Parkiran 2019-09-14 11:14:14MEDAN, Waspada.co.id – Hilangnya uang senilai Rp1,6 miliar dalam mobil yang parkir di Pelataran Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro,

Sail Nias Meriah, Pariwisata Bakal Digenjot 2019-09-14 10:29:07TELUKDALAM, Waspada.co.id – Acara puncak Sail Nias 2019, yang dipusatkan di Dermaga Pelabuhan Baru Telukdalam, Nias Selatan, Sabtu (14/9), berla

Kementerian Agama 2 Negara Deteksi Kandungan DNA Babi 2019-09-14 10:12:52KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Permen susu bermerek ‘White Rabbit’ yang dipasarkan di Malaysia dan Brunei Darussalam terdeteksi menga

Liverpool Masih Sempurna 2019-09-14 09:17:18LIVERPOOL, Waspada.co.id – Liverpool berhasil mengalahkan Newcastle United 3-1 dalam lanjutan Liga Premier di Anfield, Sabtu (14/9) malam. The R

Benzema Gemilang, Hazard Debut, Madrid Menang 2019-09-14 08:52:21MADRID, Waspada.co.id – Kemenangang yang dinanti-nantikan oleh Real Madrid akhirnya datang juga. Menjamu Levante dalam lanjutan La Liga di Santi

De Gea Bertahan, Gaji Lebih Besar Dari Pogba 2019-09-14 02:37:35MANCHESTER, Waspada.co.id – Kiper nomor satu Manchester United (MU), David de Gea, dilaporkan telah setuju meneken kontrak baru yang akan membua

Klopp: Alisson Bakal Absen Minimal Tujuh Laga 2019-09-14 01:18:59LIVERPOOL, Waspada.co.id – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memastikan penjaga gawang Alisson Becker bakal absen membela timnya setidaknya hingg

ANTARA News - National

Awaiting people's participation in new capital city-related decision 2019-08-22 20:47:30The Indonesian Government's decision to relocate the country's capital city from Jakarta to East Kalimantan Province has triggered pros and cons in

Nunukan district head supports capital city relocation to 2019-08-22 12:52:58Nunukan District Head Asmin Laura Hafid has thrown her weight behind the central government's decision to move Indonesia's capital city from Jakarta

S Korean Ambassador to promote culture in five 2019-08-22 12:39:16South Korean Ambassador to Indonesia Kim Chang Beom  will promote his country's culture, tourism and traditional food in the five Indonesian cit

Indonesian capital likely to move to East Kalimantan 2019-08-22 12:27:19Agrarian Minister/National Land Agency Head Sofyan Djalil has signalled the Indonesian capital will move to East Kalimantan. "(It will move to) Ea

Community leaders in Biak reject racism against 2019-08-22 11:59:38Leaders of several ethnic community-based organisations in Biak Numfor District, Papua Province, have deplored the Surabaya incident, saying that they

Lombok to host Asia Pacific Geoparks Network Sympoum 2019-08-22 11:51:09The Sixth Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium will be organized in Geopark Rinjani, Lombok, West Nusa Tenggara )NTB) Province, from Aug 30

Papuan students stage peaceful rally in Bali against 2019-08-22 09:16:02A group of Papuan students in Denpasar, Bali Province, held a peaceful demonstration on Thursday to express their angst over the racist abuse of their

Refugees again rally in Medan asserting neglect by 2019-08-22 09:09:03Refugees from different nations again demonstrated in front of the United Nations Commissioner for Refugees (UNHCR) here, Thursday, demanding departur

BPPT, Korea concur on cooperation for development of 2019-08-22 09:01:26Indonesia's Agency for Technology Assessment and Application (BPPT) and Seoul-based Green Technology Center-Korea were on the same page over cooperat

Minister Djalil reveals East Kalimantan to be new 2019-08-22 05:56:03Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency (BPN) Sofyan Djalil stated here on Thursday that the national capit

Ikmapal draws Jokowi's attention to Papuans' welfare, social 2019-08-22 05:53:17Association of Papuan Students in Lampung (Ikmapal) urged President Joko Widodo (Jokowi) to divert more focus on Papuans’ welfare and social jus

Jakarta to cease humanitarian assistance for refugees by 2019-08-22 04:10:30Speaker of the Jakarta provincial parliament Prasetio Edi Marsudi confirmed that the Jakarta administration will put a halt to its humanitarian aid fo


Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not responsible of these news or any information published on this website.