Add to favourites
News Local and Global in your language
14th of December 2018

Indonesia



Prabowo sebut 'tidak boleh kampanye' di Reuni 212, Rizieq serukan 2019 ganti presiden

Kendati calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengaku tidak boleh bicara politik dan tidak boleh berkampanye dalam Reuni 212, acara tersebut tetap diwarnai nuansa politik seiring dengan seruan Rizieq Shihab agar umat mengganti presiden pada 2019.

Dalam pidato sambutannya selama hampir tiga menit, Prabowo menegaskan "tidak akan panjang bicara" karena sebagai capres Indonesia "harus patuh dan mengikuti semua ketentuan".

"Saya tidak boleh bicara politik pada kesempatan ini, saya tidak boleh kampanye. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih bahwa saya diundang hari ini oleh panitia. Ini kehormatan bagi saya, ini kebanggaan bagi saya," papar Prabowo dalam cara Reuni 212 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Minggu (2/12).

Kedatangannya tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta. "Prabowo, Prabowo, Prabowo," teriak peserta.

Pada akhir pidatonya, Prabowo meneriakkan kata "takbir" dan "merdeka" yang disambut para peserta.

Sebelumnya, juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, menyebut kelompoknya memang mengundang Prabowo dan seluruh politikus yang berhaluan sama dengan mereka.

Kehadiran itu disebutnya sebagai konsolidasi internal memenangkan Prabowo pada pilpres 2019.

Dalam acara yang sama, panitia memperdengarkan suara rekaman pendiri Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, mengingat yang bersangkutan masih berada di Arab Saudi.

Di antara ceramahnya yang berdurasi hampir 30 menit, Rizieq menyatakan bahwa "haram memilih capres dan caleg yang diusung partai-partai pendukung penista agama".

"Di pileg dan pilpres 2019, haram, haram, haraaam, kita memilih capres dan caleg yang diusung partai-partai pendukung penista agama, yang antisyariah, antiPancasila, antiNKRI, antiUUD 1945, dan antikebhinekaan."

Rizieq kemudian berseru: "Ayo kita pilih capres dan cawapres hasil ijtima ulama, ayo kita pilih capres cawapres hasil ijtima ulama...Siap pilih capres ijtima ulama? Siap pilih caleg ijtima ulama? Siap tenggelamkan partai-partai pendukung penista agama? Siap tenggelamkan mereka? Siap tinggalkan mereka? Siap tenggelamkan mereka? Takbir! Takbir! Takbir!"

Pria tersebut kemudian mengatakan, "Menurut hemat saya bahwa perubahan dalam waktu yang dekat yang ada di depan mata kita tidak lain dan tidak bukan adalah 2019 ganti presiden, 2019? 2019? 2019? Takbir!" cetusnya diiringi sahutan "ganti presiden" dan 'Allahu Akbar" oleh para hadirin.

Kawasan Monas, tempat acara Reuni 212 digelar, ramai dipadati massa yang berdatangan sejak salat subuh.

Para peserta menunaikan salat subuh berjamaah sekitar pukul 04.20 WIB dan selesai pukul 04.50 WIB, menurut pemantauan laman detik.com

Sejumlah tokoh yang hadir mencakup Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan juga Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso.

Di sekitar kawasan Monas, sejumlah peserta sesekali mendendangkan shalawat dan memekikkan takbir sambil mengangkat bendera bertuliskan kalimat tauhid."Islam bersatu, tak bisa dikalahkan," teriak sekelompok remaja perempuan. "Takbir, Allahuakbar!"

Beberapa duduk di jalanan, berdesakan dengan peserta yang mencoba memasuki area Monas. Sedemikian padatnya, perlu waktu 30 menit hingga 1 jam bagi peserta untuk setidaknya melewati gerbang Monas.

Massa yang mengikuti acara ini berdatangan dari berbagai tempat, termasuk dari luar Jakarta.

Setia Budi, datang dari Boyolali, Jawa Tengah, bersama rekan-rekannya. Dia membantah mengikuti Reuni 212 guna mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.

"Saya ke sini karena semangat persatuan umat Islam, untuk keutuhan NKRI," cetusnya seraya mengacungkan dua jari.

Hal senada dikemukakan Mimi Sumiati, yang datang bersama suaminya dari Cibinong, Jawa Barat.

"Semangat saya ke sini cuma sebatas solidaritas sesama muslim, nggak lebih, nggak ada misi apapun," ujarnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Rivan Dwiastono.

Menjelang pukul 11.00 WIB, massa berangsur meninggalkan lokasi.

Acara Reuni 212 ini diikuti massa yang berdatangan sejak dini hari WIB. Pada pukul 05.00 WIB, mereka memadati Stasiun Depok. Para pria memakai kopiah dan baju koko putih, sedangkan para perempuan mengenakan jilbab putih.

Mereka antre menumpang kereta api yang akan membawa mereka menuju kawasan Monas.

Di jalan utama Kota Depok, massa bersepeda motor membawa bendera merah putih dan bendera tauhid—yang akhir-akhir ini menjadi topik kontroversial.

Dalam rangkaian acara yang diterima BBC News Indonesia, Reuni 212 akan diisi oleh berbagai ceramah dan sambutan, termasuk dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kelompok 212 berada di balik upaya yang berhasil memenjarakan Basuki Tjahaya Purnama Ahok yang saat itu menjadi gubernur DKI Jakarta atas dakwaan penistaan agama.

Setelah Ahok dipenjara, sejumlah figur belakangan memutuskan keluar dari kelompok 212. Mereka antara lain Kapitra Ampera dan Usamah Hisyam.

Calon wakil presiden yang mendampingi Joko Widodo Ma'ruf Amin mengakui ikut menggagas gerakan kelompok 212.

Tiga orang ini menganggap gerakan 212 seharusnya bubar saat Ahok divonis bersalah dalam kasus penistaan agama.

Kapitra misalnya, menyebut kelompok 212 sejak awal tidak dibentuk untuk menjadi mesin politik, apalagi menyokong pencalonan Prabowo.

Read More




Leave A Comment

More News

BBCIndonesia.com | Berita

Republika Online RSS Feed

NASIONAL

Waspada Online

ANTARA News - Nasional

Indonesia News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.