Add to favourites
News Local and Global in your language
18th of July 2018

Indonesia



Kenapa aplikasi Tik Tok diblokir pemerintah?

Pemerintah Indonesia secara resmi memblokir aplikasi Tik Tok karena aplikasi tersebut dianggap banyak melakukan pelanggaran.

"Pornografi, pelecehan agama, banyak sekali pelanggarannya," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan kepada BBC Indonesia, 3 Juli 2018.

Semuel menjelaskan bahwa Tik Tok diblokir sejak Selasa siang (03/07).

"Sebagai aplikasi media sosial yang user generated, [Tik Tok] seharusnya punya mekanisme bagaimana membuat standar konten dan bagaimana mencegah dan menyelesaikan apabila ada konten yang melanggar undang-undang kita," kata Semuel.

Menurutnya, Kominfo telah mengontak Tik Tok untuk meminta penjelasan, tapi belum ada balasan.

Per Selasa (3/7) sore, Tik Tok masih dapat dibuka di aplikasi, tapi tidak dapat dibuka di browser dari beberapa provider dengan tulisan "Situs Terlarang".

Warganet pun berbeda pendapat soal pemblokiran Tik Tok. Ada yang setuju karena beberapa konten yang dianggap tidak layak.

Lompati Twitter pesan oleh @ariysoc

Setuju TikTok diblokir. Tapi mengecam cyberbullying terhadap penggunanya. Kesian, itu mereka masih di bawah umur semua lho. Masih butuh arahan.

— Ariy (@ariysoc) 3 Juli 2018

Hentikan Twitter pesan oleh @ariysoc

Lompati Twitter pesan oleh @gistyaa_

Pasti ga asing lg kan sama tiktok. Coba search dgn keyword 'aplikasi goblok' di google play, pasti nongol. Belakangan ga sedikit org yg mengusulkan agar apk ini diblokir. Aku? Setuju. Karena apk ini banyak mudharat-nya (esp. untuk kids zaman now Indonesia).

— 🙄 (@gistyaa_) 3 Juli 2018

Hentikan Twitter pesan oleh @gistyaa_

Yang tidak setuju berpendapat bahwa ada fitur pelaporan di dalam aplikasi yang seharunya bisa digunakan.

Lompati Twitter pesan oleh @drlfqr

Gua gak setuju TIKTOK diblokir.Kenapa? Karena YouTube, Instagram, Facebook, dan Twitter ngga diblokir pas ada konten yang lebih buruk dari sekadar permasalahan bowo dan goyang dua jari.Mau nanya? Terus Fungsi report ( melaporkan ) buat apa?

— Derry Al-fiqri (@drlfqr) 2 Juli 2018

Hentikan Twitter pesan oleh @drlfqr

Apa itu Tik Tok?

Tik Tok menyebut dirinya sebagai komunitas video 15 detik yang kreatif.

Cara kerjanya sederhana, pengguna tinggal merekam video selama 15 detik dan menghiasinya dengan berbagai musik, filter, atau efek-efek seperti telinga kelinci, gambar hati, atau menyundul bola.

Sebelumnya ketika BBC Indonesia mencoba membuat video dengan aplikasi tersebut, filter telah terpasang otomatis ketika membuka fitur kamera. Dengan filter tersebut, wajah nampak lebih putih dan halus. Filter tersebut bisa saja dimatikan, atau diganti dengan banyak filter lainnya sesuai keinginan.

Video tersebut kemudian bisa dibagikan di dalam aplikasinya sendiri atau ke media sosial lain seperti Twitter dan Facebook.

Tik Tok adalah bagian dari Bytedance Inc, perusahaan internet raksasa Cina yang juga jadi induk usaha Musical.ly. Di negara asalnya, Cina, Tik Tok dikenal dengan nama Douyin.

Di Indonesia, Tik Tok resmi diluncurkan pada September 2017 dengan sebuah pesta peluncuran di Jakarta. Aplikasi ini dengan cepat menarik banyak perhatian.

Tik Tok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh dari App Store di seluruh dunia, dan aplikasi paling banyak diunduh nomor 7 di seluruh dunia sepanjang kuartal pertama 2018, menurut lembaga SensorTower. Di iOS saja, aplikasi itu diunduh lebih dari 45 juta kali.

Munculnya selebritas Tik Tok

Kepopuleran Tik Tok memunculkan 'selebritas' baru yang terkenal karena aktivitasnya di aplikasi tersebut.

Salah satunya adalah Prabowo Mondardo, dengan akun Tik Tok Bowoo_Outt_Siders yang punya lebih dari 840 ribu fans dan video-video singkatnya telah disukai lebih lebih dari 7,4 juta kali.

Prabowo yang terkenal dengan nama Bowo dan sering menyebut dirinya sendiri dengan nama "owo" ini adalah seorang siswa SMP di Tangerang Selatan.

Bowo begitu populer sampai penggemarnya bersedia membayar Rp 80 ribu untuk hadir dalam acara jumpa fans anak berumur 13 tahun itu. Tak hanya dipuja oleh fans, tak sedikit juga orang yang kemudian menghujatnya dengan kata-kata yang tidak pantas.

Lompati Twitter pesan oleh @the_IDUY

Salahnya Bowo Tiktok itu apa, sampai dia dirasa layak menerima ribuan komen makian di IG-nya?

Gak tega euy.. masih bocah dia.

Klo urusan foto berbayar, ya itu cara dia monetize. Klo org2 khawatir anak, adik, sodara mereka ngeluarin duit buat foto ama bowo, ya larang lah mereka.

— • V∆RCELL • (@the_IDUY) 3 Juli 2018

Hentikan Twitter pesan oleh @the_IDUY

Lompati Twitter pesan oleh @Imelda_ASanjaya

Yang ngetawain ABG yang rela ngeluarin duit 80 ribu untuk foto bareng Bowo juga mungkin pernah mengalami nabung untuk koleksi foto dan poster boyband, nonton konser penyanyi apa gitu, dan bayar untuk download lagu-lagunya.

We are all addicts of different drugs.

— Imelda A. Sanjaya (@Imelda_ASanjaya) 3 Juli 2018

Hentikan Twitter pesan oleh @Imelda_ASanjaya

Lompati Twitter pesan oleh @rintfaiza

Gue kasihan banget sama si bowo, hate komen yg dilontarkan ke dia udah lewat batas wajar sih menurutku. Semoga dia ga baca itu semua, kurang baik buat tumbuh kembang dia😔

— selai🍍 (@rintfaiza) 30 Juni 2018

Hentikan Twitter pesan oleh @rintfaiza

Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menyebut Bowo dalam foto Instagramnya. "Iya de, tenang dengan saya mah gratis," kata Ridwan Kamil di Instagramnya.

Ibu Bowo bangga tapi sedih

Kepopuleran Bowo mengundang banyak fans, tapi juga banyak yang tak suka. Ibu Bowo sampai harus berhenti kerja untuk melindungi anaknya. Menurutnya dia merasa bangga karena banyak yang menjadi fans anaknya.

Tapi dia juga sedih. "Kenapa anak saya banyak yang bully, ada yang berusaha memukul. Itu yang bikin saya nggak tenang. Makanya sejak kejadian itu saya berhenti kerja. Dia jalan saja ada yang ngikutin. Haternya itu loh," kata ibu Bowo, Ernawati, kepada detik.com.

Menurut Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, fenomena kepopuleran Tik Tok adalah sesuatu yang biasa terjadi. "Ini kan hanya aplikasi yang sedang tren, seperti dulu ada euforia Pokemon, sampai ada kehebohan. Sekarang jamannya Tik Tok," kata dia.

Menurut Heru, kepopuleran Tik Tok biasa saja sepanjang aplikasinya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, atau setidaknya tidak merugikan. "Penggunaan aplikasi tergantung kita, kalau untuk hiburan sah-sah saja, asal tidak melanggar norma," kata Heru.

Kepopuleran Bowo yang instan, adalah kewajaran dalam media sosial yang memangkas 'birokrasi' yang dulu membutuhkan televisi atau media tradisional untuk menjadi terkenal.

"Ini hal yang harus kita hadapi di era pemanfaatan teknologi informasi, sehingga wajar jika ada orang yang populer melalui aplikasi tertentu," kata dia.

"Tidak perlu ditolak karena eranya seperti itu, asal dia tidak melanggar nilai-nilai," kata dia. Tapi dia menyakini, mereka yang terkenal dengan cepat pun akan dilupakan jika tidak didukung dengan prestasi.

"Dengan Tik Tok, ini kan aplikasi lip sync, jadi orang harus membedakan apa yang dia lihat di media sosial mungkin tidak sama dengan kenyataan," kata dia.

"Yang memanfaatkan aplikasi ini harus lebih bijak, orang tua harus mengawasi anaknya dan memberikan masukan mana yang boleh dan tidak boleh," kata dia.

Dia mendukung tindakan pemerintah melakukan pengawasan. "Kalau ada konten yang berlebihan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai bisa diawasi atau ditake-down," kata dia.

Read More




Leave A Comment

More News

BBCIndonesia.com | Berita

Republika Online RSS Feed

NASIONAL

Waspada Online

News | Jakarta Globe

Indonesia News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.