Add to favourites
News Local and Global in your language
21st of September 2017

Internasional



Pejalan Kaki Cepat Punya Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung Lebih Rendah

SEBERAPA cepatkan Anda berjalan? Jawaban pertanyaan tersebut dapat membantu menentukan kondisi tubuh seseorang.

Studi baru dari Inggris menunjukkan, peneliti dapat menentukan siapa yang memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih tinggi hanya dengan mengetahui kecepatan berjalan setiap orang.

Hasil penelitian menyebutkan, orang dewasa usia menengah yang memiliki kebiasaan berjalan lambat memungkinkan dirinya meninggal karena penyakit jantung. Sedangkan yang berjalan dengan cepat, akan memiliki jantung yang lebih sehat.

Dikutip dari Huffington Post, temuan ini diadakan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil. Seperti kebiasaan berolahraga, diet makanan, dan apakah mereka merokok atau minum alkohol.

Studi yang dipublikasikan di European Heart Journal menunjukkan, pengukuran slow walking pace yang sederhana dan dilaporkan sendiri akan membantu dokter menentukan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Kebugaran

Para peneliti menganalisis informasi lebih dari 420.000 orang dewasa usia menengah di Inggris. Analisa itu dilakukan sekitar enam tahun. Tak satu pun peserta mengalami penyakit jantung pada saat mereka mengikuti penelitian. Peserta diminta untuk menilai kecepatan berjalan mereka yang biasa seperti lamban, sedang/rata-rata, atau cepat. Subyek penelitian juga menjalani tes latihan di laboratorium untuk menentukan tingkat kebugaran mereka.

Selama penelitian, hampir 8.600 partisipan meninggal. Sekitar 1.650 orang diantaranya meninggal karena penyakit jantung.

Orang yang mengatakan bahwa mereka adalah pejalan kaki yang lambat antara 1,8 dan 2,4 kali lebih memungkinkan untuk meninggal disebabkan penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang mengatakan pejalan kaki yang cepat.

Menurut peneliti, risiko tertinggi dimiliki mereka yang memiliki indeks massa tubuh rendah (BMI). Artinya, individu tersebut kekurangan gizi atau memiliki tingkat kehilangan jaringan otot yang tinggi dan pengaruh usia. Suatu kondisi yang dikenal sebagai sarcopenia.

Peneliti juga menemukan, langkah saat berjalan sangat terkait dengan tingkat kebugaran fisik mereka pada tes latihan. Dengan kata lain, tingkat kebugaran yang rendah di kalangan pejalan kaki lambat dapat menyebabkan risiko kematian lebih tinggi akibat penyakit jantung.

"Kecepatan berjalan yang dilaporkan masing-masing individu dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kebugaran fisik rendah yang mengakibatkan risiko kematian lebih tinggi karena penyakit jantung," kata peneliti Tom Yates dari University of Leicester. (Asri Novalinda)***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

ANTARA News - Internasional

China Post Online -

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.