Add to favourites
News Local and Global in your language
21st of May 2018

Internasional



Turki Sebut AS Bagian dari Masalah Ketimbang Solusi

ISTANBUL, (PR).- Kekerasan yang terjadi menjelang peresmian Kedubes AS di Jerusalem telah menyebabkan sejumlah pemimpin dunia berkomentar. 

Dilansir The Guardian, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, Senin 14 Mei 2018  mengatakan bahwa  AS "telah memilih untuk menjadi bagian dari masalah daripada solusi." Sementara Liga Arab berencana mengadakan pertemuan luar biasa untuk membahas langkah "ilegal" kedutaan.

Iran, musuh bebuyutan Israel, memperingatkan pada hari Senin 14 Mei 2018 bahwa keputusan itu akan mengobarkan ketegangan di Timur Tengah. Kantor berita semi resmi Iran Isna pada hari Senin mengutip jubir parlemennya, Ali Larijani, yang mengatakan: "Tindakan semacam ini akan meningkatkan ketegangan di kawasan dan dunia."

Permusuhan antara Iran dan Israel mencapai puncaknya pekan lalu ketika Israel mengatakan telah menyerang puluhan situs militer Iran di Suriah menyusul apa yang disebut serangan roket yang diperintahkan Teheran terhadap pasukannya di Dataran Tinggi Golan.

Seperti diketahui,  juru runding Palestina Saeb Erekat mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengecam "keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan sekarang untuk memindahkan kedutaan besarnya pada malam yang menandai 70 tahun sejak Nakba ... dan memprovokasi perasaan rakyat Palestina, dan juga semua Orang Arab, Muslim dan Kristen di seluruh dunia. "

Dilansir BBC, hari lahir negara Israel dikenang oleh orang-orang Palestina sebagai Nakba atau "malapetaka". Sementara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pengumuman rencana pembukaan kedutaan AS itu sebagai "hari besar bagi rakyat Israel".

Semenjak Donald Trump mengatakan bahwa AS mengakui Yerusalem - bukan Tel Aviv - sebagai ibukota Israel, telah membuat marah rakyat Palestina. Status kota Yerusalem merupakan inti permasalahan yang melatari perjalanan konflik antara Israel dan Palestina.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukota mereka yang "abadi dan tak terbagi", sementara Palestina mengklaim Yerusalem Timur - yang diduduki Israel dalam perang Timur Tengah 1967 - sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

China Post Online -

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.