Add to favourites
News Local and Global in your language
21st of September 2017

Internasional



Laporan dari Belanda, Tim Sanggar Budaya Kampung Bolang Disambut Hangat

AMSTERDAM, (PR).- Perjalanan nyukcruk galur Sanggar Budaya Kampung Bolang baru saja sampai di Belanda. Sanggar ini juga dikenal dengan nama Komunitas Hong Kampung Bolang. Perjalanan dari Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, ke Belanda diawali bertolak dari Terminal 3 Bandara Cengkareng, Jumat 8 September 2017 malam waktu setempat. 

Setelah 14 jam menempuh perjalanan udara dengan jarak lebih dari 10.000 kilometer, rombongan Sanggar Budaya Kampung Bolang akhirnya tiba di Schiphol, bandara utama Belanda, Sabtu 9 September 2017 pagi waktu setempat. Kedatangan rombongan disambut, Atase Pendidikan Kebudayaan KBRI Belanda, Bambang Harri Wibisono dan Reza Akil dari Jajalondo.

Begitu keluar bandara, gerimis sempat menyambut. Rombongan diangkut dua mobil kedutaan jenis Mercedes Benz Sprinnter CD-93-86 dan Viano CD-90-58 menuju Wassenaar. Selama berada di Belanda, rombongan menginap di Wisma KBRI, Jalan Van Bommellaan No. 791.

Di sepanjang perjalanan dari Schiphol menuju Wassenaar, Reza menguraikan cerita singkat seputar Belanda. Ia menceritakan tentang letak geografis Belanda yang berupa daratan dan rata-rata posisinya di permukaan air laut. Misalnya, posisi Bandara Schiphol yang berada di bawah permukaan laut. "Di sepanjang pesisir pantai belanda, air laut dibendung dengan dam atau bendungan. Jadi, hampir sebagian besar negeri belanda ini berada di bawah permukaan air laut," katanya.

Di sekitar bandara, lanjut Reza, sebagian besar digunakan sebagai lahan agrikultur. Di sana terlihat hamparan ladang dan peternakan. Selain itu, banyak windfarm yang berfungsi sebagai pembangkit listrik. "Jadi, di sini kebanyakan energi listriknya menggunakan tenaga angin," katanya.

Tak terasa, kurang setengah jam rombongan tiba di Wisma KBRI. Daerah Wassenaar tempat wisma kedutaan ini termasuk salah satu kompleks elite di Belanda. Rombongan beruntung bisa tinggal wisma, setidaknya bisa merasakan tinggal di kawasan elite. Semua rumahnya bangunan tua, ukuran besar dengan model tembok bata terbuka. 

Hampir sebagian besar wakil negara yang ada di Belanda tinggal di kawasan ini. Indonesia memiliki tiga bangunan, dua dijadikan wisma dan satu jadi sekolah Indonesia. Bangunan milik Indonesia ini katanya merupakan peninggalan jenderal KNIL (het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Cuaca bersahabat

Saat tiba di Wassenaar, cuaca bersahabat. Asalnya gerimis berubah menjadi cerah, ditambah hangat matahari. Padahal, cuaca sehari sebelumnya selalu diguyur hujan. "Kami cukup beruntung, cuaca September masih bersahabat. Tak terlalu dingin. Kalau diibandingkan, siang hari seperti di Pegunungan wilayah Pangalengan. Saat malam, dinginnya seperti di Rancaupas," ujar Zaini Alif, pemimpin rombongan Sanggar Budaya Bolang.

Seusai menurunkan semua barang kebutuhan untuk workshop serta pementasan di wisma, rombongan menyempatkan diri menjelajah Den Haag. Area yang disusuri, daerah bangunan tua yang berada di pusat pemerintahan belanda. Cuaca juga cukup mendukung, saat menyusuri denhaag sehingga bisa leluasa menjangkau beberapa sudut kota, hingga kawasan pertokoan.***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

ANTARA News - Internasional

China Post Online -

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.