Add to favourites
News Local and Global in your language
14th of December 2018

Internasional



NGO Asal Swiss Sebut Israel Bunuh 52 Anak Palestina Sepanjang 2018

RAMALLAH, (PR).- Lembaga Defense for Children International-Palestina (DCI-P) menyebut pasukan Israel menewaskan sedikitnya 52 anak Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza sejak 1 Januari 2018.

Di dalam satu pernyataan yang disiarkan untuk peringatan Hari Anak Sedunia yang jatuh Selasa 20 November 2018 ini, cabang Palestina dari organisasi non-pemerintah (NGO) yang berpusat di Jenewa, Swiss, itu, mengatakan 48 anak meninggal di Jalur Gaza, yang diblokade Israel, sementara sisanya di wilayah pendudukan Tepi Barat.

NGO tersebut juga menuduh militer Isrsael menggunakan kekuatan yang berlebihan, termasuk penggunaan amunisi aktif, terhadap anak-anak. Di antara anak-anak yang meninggal sepanjang tahun ini oleh tentara Israel, 18 ditembak di kepala, sementara yang lain, yakni 21 anak ditembak di dada, tengkuk atau perut, kata DCI-P, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara Selasa.

Organisasi ini juga menyatakan bahwa sejak tahun 2000 silam, lebih dari 2.070 anak Palestina telah meninggal, baik oleh penjaga keamanan, tentara Israel atau pemukim Yahudi. Menurut Perhimpunan Tahanan Palestina, sebanyak 350 anak Palestina saat ini merana di berbagai tempat penahanan Israel.

Di tempat terpisah, Israel akan menghancurkan Khan Al-Ahmar, desa Arab di Jerusalem Timur, dan mengusir warganya. Pernyataan itu dikeluarkan PM Israel Benjamin Netannyahu yang dikutip dari laporan media lokal.

Ia dilaporkan mengeluarkan pernyataan tersebut dalam satu pertemuan partai sayap kanan Likud, yang dipimpinnya dan saat ini memimpin pemerintah koalisi, pada Senin 19 November 2018. Harian Israel, Haaretz, menulis Netannyahu tak menyebut tanggal pasti bagi penghancuran tersebut.

Tepi Barat terbelah

Pada Juli, buldoser Israel mengahancurkan beberapa bangunan di Khan Al-Ahamar, sehingga menyulut bentrokan denan warga setempat. Dua bulan kemudian, Mahkamah Agung Israel memutuskan untuk menghancurkan desa itu.

Israel berencana mengusir sebanyak 10.000 warga Badui yang dikenal sebagai El Zone, yang berada di lahan seluas 15 kilometer persegi di Jerusalem Timur, untuk melicinkan jalan bagi serangkaian pembangunan rumah khusus untuk orang Yahudi. Desa tersebut menghubungkan Jerusalem dengan Permukiman Maale Adumim.

Jika dilaksanakan, rencana itu akan secara efektif membelah Tepi Barat jadi dua, sehingga merusak kemungkinan berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan wilayah yang berdampingan dalam berdasarkan perbatasan pra-1967.***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

China Post Online -

WorldPost - The Huffington

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.