Add to favourites
News Local and Global in your language
25th of September 2017

Internasional



Bersama OKI, Indonesia Siap Kurangi Kesenjangan Iptek dengan Negara Maju

KAZAKHSTAN, (PR).- Indonesia bersama negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) siap bersandingan bahu mengurangi ketertinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara-negara maju. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani menyebut, saat mendampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Astana, Kazakhstan, Sabtu 9 September 2017.

Jusuf Kalla dan Puan Maharani bertolak ke Kazakhstan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI tentang pengembangan Iptek.

“Kami menyambut baik agenda kerja sama Iptek di antara anggota OKI ini. Yang bisa segera kita lakukan adalah kerja sama bidang pendidikan, pelatihan, dan riset," kata Puan Maharani melalui rilis resmi yang diterima Pikiran Rakyat pada Sabtu malam. 

Lebih dari sekadar ikut bekerja sama, Indonesia bahkan dinilai bisa berkontribusi lebih terhadap upaya menghapus kesenjangan Iptek ini. Pasalnya, Indonesia memiliki beberapa hal di bidang Iptek yang dinilai lebih maju dibanding negara anggota OKI lainnya. 

"Dalam riset pengembangan teknologi komunikasi, konstruksi, energi, pertanian, dan kelautan, Indonesia sudah cukup maju. Bisa menjadi konstribusi Indonesia dalam kerangka kerja sama iptek negara-negara OKI,” kata Puan Maharani.

Konferensi Iptek OKI

Konferensi ini bermaksud menyusun strategi dan agenda bersama untuk mengurangi kesenjangan kemajuan Iptek antara negara-negara OKI dengan negara maju.

Turut dalam kunjungan kerja ini, Menteri Riset Dikti M Nasir dan sejumlah rektor antara lain UI,  ITB,  Unhas, dan ITERA. Konferensi Tingkat Tinggi ini sendiri bertujuan untuk memetakan strategi negara-negara Islam dibidang sains dan teknologi dalam 10 tahun ke depan. Ini penting untuk mempersempit kesenjangan sains dan teknologi antar umat Islam dengan negara maju.

Rangkaian KTT telah dimulai sejak tanggal 8 September 2017 melalui pembahasan pejabat tinggi masing-masing negara. Acara utama akan diselenggarakan pada 10-11 September 2017. Indonesia dalam KTT ini juga akan menyampaikan pandangan-pandangannya tentang sains, teknologi, dan pembangunan manusia.

Sementara kegiatan Menko PMK lainnya adalah turut mendampingi Wapres Jusuf Kalla bertemu dengan PM Kazakhstan, Bakytzhan Sagintayev. Pertemuan dilakukan untuk membahas penguatan kerjasama bilateral Indonesia - Kazakhstan.***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

ANTARA News - Internasional

China Post Online -

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.