Add to favourites
News Local and Global in your language
21st of May 2018

Internasional



Jelang Peresmian Kedubes AS di Jerusalem, Militer Israel Tewaskan 16 Warga Palestina

JERUSALEM, (PR).- Jelang peresmian Kedubes AS di Jerusalem, bentrokan antara militer Israel dan demonstran Palestina kembali terjadi yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Seperti dilaporkan laman The Guardian, Senin, 14 Mei 2018, pasukan Israel telah menewaskan 16 orang Palestina dan melukai sedikitnya 200 orang di Gaza.

Pejabat kesehatan Palestina yang namanya tak disebutkan mengatakan, 16 warga Palestina tewas setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah demonstran yang bersatu menentang pembukaan kedutaan AS di Jerusalem pada hari Senin.

Puluhan ribu orang dari berbagai daerah di Palestina ikut ambil bagian dalam protes menentang peresmian Kedubes AS di Jerusalem. Mereka mengabaikan peringatan militer Israel agar tak melakukan demonstrasi. Warga Palestina rela mempertaruhkan nyawa mereka demi berpartisipasi dalam aksi protes tersebut.

Deklarasi Desember yang dilakukan Donald Trump di kedutaan AS, di Tel Aviv, memicu enam minggu protes ketika warga Gaza berkumpul di dekat perbatasan Israel-Gaza. Mereka melemparkan batu, membakar ban dan merusak benteng pertahanan militer Israel.

Sejak protes menentang pemindahan Kedubes AS ke Jerusalem meletup lima bulan lalu, seperti dilaporkan The  Guardian yang mengutip keterangan data Kemenkes Palestina, penembak jitu Israel telah membunuh puluhan warga Palestina dan melukai lebih dari 1.700 orang.

"Kepada para perusuh, Anda mengambil bagian dalam kerusuhan keras yang membahayakan hidup Anda," demikian penyataan tentara Israel dalam selebaran yang dijatuhkan oleh jet pada hari Senin. militer Israel menyebut para demonstran dengan sebutan 'perusuh'.

"Selamatkan dirimu dan prioritaskan membangun masa depanmu," tambah pernyataan militer Israel dalam selebaran tersebut.

Pemerintah Gaza yang dipimpin Hamas mengatakan, peringatan itu tidak akan menghentikan warga Palestina mencoba menembus pagar logam di sekitar perbatasan Israel. Hamas selama ini telah melakukan tiga perang dengan Israel. Namun demikian, Hamas mengatakan, mendukung cita-cita damai yang diadvokasi oleh para pemimpin sipil dari gerakan protes tersebut.

Pada hari Senin, pengeras suara di masjid-masjid di Gaza menyerukan agar orang-orang melakukan protes. Bus-bus disediakan untuk mengangkut warga yang ingin berpartisipasi dalam demo akbar menentang peresmian Kedubes AS di Jerusalem.

Dilansir The Guardian, warga Palestina telah tiba di perbatasan Israel sejak pagi hari. Mereka membakar ban yang menyebabkan awan hitam mengepul dari tumpukan ban yang terbakar tersebut.

Menurut koordinator demonstran Palestina, ban yang dibakar itu digunakan sebagai tabir asap terhadap penembak jitu Israel. Dalam artian, asap hitam dari ban tersebut akan menghalangi pandangan para penembak jitu Israel.

Sementara Israel telah menggambarkan gerakan protes itu sebagai taktik teroris oleh Hamas. Karena dalam aksinya, kata Israel, para demonstran melakukan kekerasan dengan merusak dan menghancurkan pagar perbatasan. Militer mengatakan, pada Senin ini hampir dua kali lipat jumlah pasukan dikerahkan untuk mengelilingi Gaza dan di Tepi Barat. 

Naftali Bennett, menteri pendidikan Israel, mengatakan kepada Radio Israel bahwa siapa pun yang mendekati pagar akan dianggap sebagai teroris. Juru bicara kementerian luar negeri Israel melabeli demonstran sebagai "perusuh pembunuh".

Minta diakhiri

Dalam protesnya, warga Palestina mnyerukan Israel untuk membolehkan kembali para pengungsi dan keturunan mereka pulang ke rumah leluhur mereka. Pawai Senin diperkirakan akan menjadi yang terbesar.

Trump mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel pada bulan Desember, sebuah langkah yang menyebabkan protes dari kekuatan dunia dan cemas dari Palestina, yang melihat Jerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa depan.

Kota suci Jeruslaem telah menjadi salah satu isu yang paling diperdebatkan dalam perundingan di masa lalu. Berdasarkan konsensus internasional, status Jerusalem akan diselesaikan berdasarkan kesepakatan damai, meskipun Trump telah mengatakan bahwa Yerusalem sekarang 'di luar meja perundingan'.

Selain di Gaza, protes besar juga terjadi di seluruh Tepi Barat. Selain itu, unjukrasa juga direncanakan digelar di Jerusalem bersamaan dengan peresmian Kedubes AS di kota suci tersebut.

Masih dilansir The Guardian, sekira 800 orang akan menghadiri upacara peresmian untuk kedutaan  AS di Jerusalem, pada pukul 4 sore waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, termasuk putri Trump dan penasehat Ivanka.

Duta Besar AS, David Friedman, akan memindahkan kantornya dari Tel Aviv ke gedung konsulat AS. Trump sendiri sejak awal telah mengatakan tak akan menghadiri acara tersebut.

Banyak orang Israel memuji keputusan pemerintah memindahkan misi diplomatik. Kelompok Friends of Zion Museum telah menempelkan poster di Yerusalem dengan mengatakan: "Buat Israel Hebat Lagi". Bendera AS pun digantung di gedung-gedung di kota tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pada resepsi  Minggu malam jelang peresmian Kedubes Israel bahwa Yerusalem telah menjadi "ibu kota orang-orang Yahudi selama 3.000 tahun terakhir".

Dia menambahkan: “Ini telah menjadi ibu kota negara kita selama 70 tahun terakhir. Ini akan tetap menjadi ibu kota kita sepanjang waktu. ”Pembukaan kedutaan jatuh pada peringatan ulang tahun kemerdekaan Israel yang ke-70", ujarnya dikutip The Guardian.

Palestina, bagaimanapun, menilai perayaan itu sebagai penghinaan. Palestina pun menyebut ulangtahun kemerdekaan Israel sebagai "Nakba", atau bencana. Pasalnya, di hari itu, 70 tahun lalu, lebih dari 700.000 orang Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka dalam perang 1948 lalu.​***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

China Post Online -

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.