Add to favourites
News Local and Global in your language
22nd of June 2018

Internasional



PBB Serukan Gencatan Senjata di Yaman

SANAA, (PR).- Serangan udara Uni Emirat Arab yang tak kunjung henti terhadap Yaman, membuat PBB berusaha keras untuk mewujudkan gencatan senjata di sana. 

Seperti dilansir The Guardian, Selasa 12 Juni 2018, Uni Emirat memberikan PBB kurang dari 48 jam untuk mencoba menegosiasikan gencatan senjata kepada Houthi di Pelabuhan Hodeidah sebelum melancarkan serangan lainnya terhadap pelabuhan strategis di Laut Arab tersebut.

Upaya gencatan senjata ini diperjuangkan Inggris di sidang Dewan Keamanan PBB untuk meminimalkan kerusakan dan korban jiwa di pihak Yaman. UEA dan Saudi selama tiga tahun terakhir terus membombardir Yaman dengan alasan untuk membasmi kelompok pemberontak Houthi.

Dewan Keamanan PBB bertemu di markas mereka pada hari Senin 11 Juni 2018 atas permintaan Inggris untuk mendapat penjelasan tentang situasi setelah pertempuran sengit meletus di dekat Hodeidah ada Jumat dan Sabtu pekan lalu.

UAE telah berjanji akan mengambil alih pelabuhan itu. Pasalnya, UEA tak ingin pelabuhan itu digunakan pemberontak Houthi untuk menyelundupkan senjata, termasuk rudal, yang digunakan untuk menyerang Arab Saudi.

Namun di pihak lain, pelabuhan itu merupakan tempat didistribusikannya makanan dan obat-obatan untuk warga Yaman. Jika peperangan terus terjadi di sana, maka rakyat Yaman terancam kelaparan dan kehilangan akses akan obat-obatan.

"Kami, pada saat ini, dalam konsultasi intensif," kata Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, kepada para wartawan. "Saya berharap, pertempuran di Hodeidah bisa dihentikan."

Dia mengatakan, utusan PBB, Martin Griffiths, sedang melakukan perjalanan ke ibu kota Yaman, Sanaa, dan juga Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Dia membawa proposal PBB terkait gencatan senjata yang harus dipatuhi UEA, Saudi, dan juga Houthi.

Setelah briefing Dewan Keamanan pada Senin, Direktur Kemanusiaan PBB, Mark Lowcock, mengatakan kepada wartawan, "jika Hodeidah tidak bisa beroperasi secara efektif, maka ini akan menjadi bencana."

Pelanggaran hukum internasional

Menteri Timur Tengah Inggris, Alistair Burt, berulang kali mendesak Uni Emirat Arab agar tidak melakukan serangan. Tetapi, ia mengatakan kepada anggota parlemen di Inggris bahwa itu hanya akan menjadi pelanggaran hukum internasional jika serangan itu digunakan sebagai kebijakan untuk membuat warga Yaman kelaparan.

Dia mendesak kaum Houthi untuk mendukung usulan gencatan senjata PBB agar bisa direalisasikan segera. "Ini akan membuat perbedaan yang signifikan," katanya.

PBB telah memperingatkan koalisi pimpinan Saudi bahwa serangan militer atau pengepungan di kota pelabuhan di Yaman itu, dapat menyebabkan 250.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Menteri luar negeri AS, Mike Pompeo, melakukan seruan yang sama. Akan tetapi, Pompeo tidak menyerukan agar serangan itu tidak diteruskan. Dia hanya mengatakan semua pihak harus menghormati komitmen mereka kepada PBB.***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

China Post Online -

WorldPost - The Huffington

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.