Add to favourites
News Local and Global in your language
24th of April 2018

Internasional



Amerika Serikat Mulai Menyerang Suriah

WASHINGTON, (PR).- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pelaksanaan serangan ke Suriah, Sabtu 14 April 2018 dini hari. Suara menggema di seantero ibu kota Suriah, Damaskus. Seperti dilaporkan Xinhua di Damaskus, titik-titik merah beterbangan dari darat ke langit, sebagai pertahanan udara terhadap serangan AS itu. 

Serangan AS ini terkait erat dengan senjata kimia Presiden Suriah Bashar al-Assad yang menjadi ihwal terjadinya serangan gas beracun, pekan lalu. Serangan gas beracun itu telah menewaskan setidaknya 60 orang.

Seperti dilansir Antara, Trump mengatakan bahwa operasi gabungan dengan Prancis dan Inggris sedang bergerak menuju sasaran dan bahwa mereka siap melanjutkan tindakan itu sampai Suriah menghentikan penggunaan senjata kimia.

"Saya baru saja memerintahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk melakukan serangan secara tepat terhadap target-target yang berhubungan dengan kemampuan senjata kimia diktator Suriah Bashar al-Assad," kata Trump dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih.

"Ini bukan aksi manusia. Ini adalah aksi kejahatan yang dilakukan oleh monster," kata Trump. Ia mengacu pernyataannya pada Assad dan peranan presiden Suriah itu dalam serangan senjata kimia.

Ketika Trump berbicara, sejumlah ledakan terdengar di Damaskus.

"Tujuan aksi kita malam ini adalah untuk membuat pencegahan kuat terhadap produksi, penyebaran dan penggunaan senjata nuklir," kata Trump.

Sekutu AS dalam serangan ke Suriah

Sebelumnya, Krisis Suriah semakin mengeskalasi setelah Amerika Serikat berkukuh akan menyerang Suriah untuk menghancurkan gudang senjata kimia di negeri Assad tersebut. Merespons ini, sebelumnya dunia khawatir perang Suriah bisa menjadi konfrotasi militer antara AS dan Rusia.

Kamis lalu, Menteri Luar Negeri baru AS Mike Pompeo, seperti dilansir The Guardian, mengatakan bahwa "kebijakan lunak" Presiden AS Donald Trump telah mengatakan siap untuk merudal gudang senjata militer Suriah.

Baca juga: Awal Mula Konflik di Suriah

Serangan AS ke Suriah sudah didukung sejumlah negara seperti Prancis dan Inggris. Sementara Jerman menegaskkan tak akan ikut dalam konfrotasi militer AS dengan Suriah. Seperti dilaporkan The Guardian, Jerman tidak akan bergabung dengan serangan militer terhadap pemerintah Suriah, tetapi mendukung upaya Barat untuk menunjukkan bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat diterima.

"Jerman tidak akan mengambil bagian dalam aksi militer tersebut. Sejauh ini belum ada keputusan dari kami terkait aksi militer tersebut," ujar Kanselir Angela Merkel setelah bertemu Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen di Berlin, dua hari lalu.

"Tapi kami mendukung semua yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat diterima," ujar Merkel menambahkan.***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

China Post Online -

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.