Add to favourites
News Local and Global in your language
25th of September 2017

Internasional



Aung San Suu Kyi: Ada Misinformasi Krisis Kemanusiaan Rohingya

YANGON, (PR).- Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyatakan berita yang menyebar tentang krisis kemanusiaan di Rakhine yang melibatkan etnis Rohingya merupakan sebuah misinformasi gunung es.

Dalam komentarnya, dia menyatakan ketegangan di Rakhine diperpanas pemberitaan hoaks yang memanfaatkan ketertarikan masyarakat terhadap isu teroris.

Aung San Suu Kyi menyatakan hal itu dalam perbincangan via telefon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Demikian dilaporkan BBC.

Lebih dari 123.000 warga Rohingya meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh dalam dua pekan terakhir. Kekerasan yang terjadi belakangan teleh menyebabkan timbulnya gelombang pengungsian.

Myanmar, kata Aung san Suu Kyi kepada Erdogan, telah berupaya membela warganya di Rakhine dengan semaksimal mungkin.

”Kami paham dengan sangat baik apa arti dari hak asasi yang dirampas dan perlindungan demokratis. Jadi, kami pastikan semua orang di negara kami dillindungi hak asasinya sebaik mungkin. Bukan cuma soal politik tetapi juga soal sosial dan kemanusiaannya,” ujarnya

Pernyataan itu juga mengungkit soal banyaknya foto palsu yang merupakan puncak gunung es dari misinformasi sehingga memperparah masalah yang muncul di tengah masyarakat.

Ada banyak berita hoaks seputar krisis kemanusian yang melanda warga Rohingya. Pada 5 September 2017, ada sekira 1,2 juta tweet yang berbicara soal krisi Rohingya. Kebanyakan memuat gambar yang sekilas memperlihatkan tingkat kekerasan di wilayah itu.

Tak ada akses

Menurut BBC, banyak foto yang beredar di dunia maya bukanlah berasal dari Rakhine. Contohnya, Wakil Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek mengunggah foto di Twitter yang ternyata adalah foto genosida di Rwanda pada 1994.

Akan tetapi, BBC menilai, banyaknya berita hoaks muncul karena pemerintah Myanmar tidak bersikap terbuka.

”Berita hoaks diproduksi karena pemerintah Myanmar tidak mengizinkan media mengakses area yang terdampak krisis. Jika mereka mengizinkan PBB atau lembaga hak asasi manusia memasuki area krisis dan melaporkan apa yang terjadi, tidak aka nada misinformasi.” Demikian BBC berpendapat.

Sejauh ini, informasi yang beredar menyatakan bahwa krisis kemanusiaan di Rakhine dipicu aksi militan Rohingya yang meyerang pos militer pada 25 Agustus 2017.***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

ANTARA News - Internasional

China Post Online -

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.