Add to favourites
News Local and Global in your language
20th of September 2018

Internasional



Kampanye Hidup Sehat, Kopi Akan Dilarang Dijual di Sekolah Korea Selatan

SEOUL, (PR).- Korea Selatan akan melarang penjualan kopi di sekolah-sekolah dalam upaya untuk mempromosikan pilihan yang lebih sehat di kalangan murid dan guru.

Seperti dilaporkan The Guardian, Kamis, semua mesin penjual otomatis dan kios makanan ringan di sekolah dasar dan menengah akan menghentikan penjualan semua produk kopi pada 14 September 2018 mendatang. Hal itu diungkapkan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan.

"Revisi ini bertujuan untuk menciptakan kebiasaan makan yang sehat di kalangan anak-anak dan remaja," kata seorang pejabat kementerian, menurut laporan di Korea Times yang dikutip The Guardian. "Kami akan memastikan kopi dilarang di sekolah tanpa gagal."

Larangan di sekolah adalah bagian dari kampanye yang lebih luas oleh pejabat untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori atau kafein, dan mengikuti laporan media dari beberapa siswa yang menderita palpitasi jantung (dada berdebar-debar) setelah minum kopi. Pihak berwenang menyebutkan bahwa konsumsi kopi bisa menyebabkan efek pusing, peningkatan detak jantung, gangguan tidur, kegugupan, dan  gejala lainnya.

Banyak siswa di Korsel mengkonsumsi kopi atau minuman energi supaya bisa tetap terjaga dan berkonsentrasi saat belajar. Orang Korea Selatan minum rata-rata 181 cangkir kopi per tahun, yang paling banyak di Asia. Data ini diungkap perusahaan riset Euromonitor. Ini artinya, konsumsi kopi warga Korsel ebih tinggi ketimbang warga Inggris. Data yang dikutip The Guardian menyebutkan bahwa warga Inggris mengkonsumsi 151 cangkir kopi per tahun. Sementara warga AS mengkonsumsi rata-rata 266 cangkir per tahun.

Paket-paket kopi instan plus susu menjadi populer pada tahun 1950-an, bertepatan dengan kedatangan ribuan pasukan AS, dan dalam beberapa tahun terakhir kafe-kafe trendi telah dibuka di hampir setiap jalan di Korsel.

Seoul, ibukota dan kota terbesar, memiliki lebih dari 18.000 kedai kopi pada akhir tahun 2016, melebihi jumlah toko serba ada, pemandangan yang sudah ada di mana-mana.

Kurangi angka obesitas di kalangan siswa

Larangan kopi di sekolah-sekolah mengikuti pembatasan pada minuman energi awal tahun ini. Hal ini juga muncul setelah iklan TV untuk makanan cepat saji, makanan ringan bergula, dan minuman berkafein tinggi dilarang ditayangkan ketika program anak-anak ditayangkan.

Otoritas Korea Selatansaat ini sedang mencoba untuk mengatasi meningkatnya obesitas di kalangan siswa. Sekitar 17% siswa sekolah dasar dan menengah mengalami obesitas pada tahun 2016, menurut angka pemerintah, naik dari sekitar 12% satu dekade sebelumnya.***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

China Post Online -

WorldPost - The Huffington

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.