Add to favourites
News Local and Global in your language
14th of December 2018

Internasional



Tulis Surat Terbuka, PM Theresa May Serukan Warga Inggris Dukung Brexit

LONDON, (PR).- Perdana Menteri Theresa May menyampaikan seruan langsung ke warga Inggris untuk mendukung kesepakatannya keluar dari Uni Eropa pada Minggu 25 November 2018, bahkan jika partainya tidak mendukung perjanjian.

May bertemu dengan 27 pemimpin lain Uni Eropa di Brussels pada akhir pekan ini untuk menandatangani perjanjian perpisahan dan pernyataan politik, untuk mengakhiri lebih dari 40 tahun sebagai bagian dari kelompok terbesar perdagangan dunia itu.

Dalam surat terbuka untuk bangsanya, May mengatakan akan berkampanye dengan "hati dan jiwa" untuk mendapatkan kesepakatan Brexit melalui parlemen Inggris, yang diduga semakin mendapatkan perlawanan sengit dari beberapa anggota parlemen Partai Konservatif-nya dan sekutu dalam Partai Unionis Demokratik Irlandia Utara (DUP).

"Itu akan menjadi kesepakatan dalam kepentingan nasional kita, yang bertugas untuk seluruh negara kita dan semua rakyat kita, baik Anda memilih "Tinggalkan" atau "Tetap", kata May, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Pada Minggu ini sejumlah surat kabar menyatakan, unsur berbeda di partainya menyiapkan rencana lain Brexit untuk menjaga Inggris lebih dekat ke EU, saat kesepakatannya gagal seperti yang diperkirakan banyak orang.

Itu termasuk yang ditetapkan sekutu dekatnya, seperti Menteri Keuangan Philip Hammond dan Menteri Pekerjaan dan Pensiun Amber Rudd, kata "The Sunday Times" tanpa mengutip sumber

"The Sunday Telegraph" menyatakan terdapat rencana di kedua sisi Selat Inggris untuk "Rencana B". Salah satunya adalah hubungan gaya Norwegia-Brussels, dengan Inggris akan memiliki "cara keluar" lebih pasti dari aturan EU, tetapi tidak dapat mengakhiri pergerakan bebas pekerja dari kelompok itu.

Dalam suratnya itu, May mendesak warga Inggris memulai zaman baru kesatuan politik ketika meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019, dan meninggalkan pertarungan pahit yang dipicu Brexit.

"Saya ingin itu menjadi saat yang baru dan persatuan untuk seluruh negara kita. Itu harus menandai titik ketika kita mengesampingkan cap "Tinggalkan" dan "Tetap" untuk selamanya dan datang bersama lagi sebagai satu bangsa," ujarnya.

May juga menambahkan, "Parlemen akan memiliki kesempatan untuk melakukan itu dalam beberapa pekan, saat memiliki suara berarti pada kesepakatan tersebut".***

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

China Post Online -

WorldPost - The Huffington

World – The Daily Caller

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.