Add to favourites
News Local and Global in your language
22nd of June 2018

Ekonomi



Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Usut Tuntas Kematian Gajah di Aceh | Kabar24 - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengusut kasus kematian gajah yang diduga akibat diracun orang tak dikenal di Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Penegasan ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam pernyataan pers yang disampaikan di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Situ Nurbaya menegaskan kematian gajah bernama Bunta yang diduga diracun orang tak beradab pada Sabtu (9/6/2018) lalu akan diselidiki dan ditangani secara serius oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Gajah termasuk hewan yang dilindungi dan insiden ini terjadi di Conservation of Response Unit (CRU) di Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.

"Kami akan segera memanggil pihak CRU Serbajadi, Aceh Timur, Aceh. Ini terkait dengan kematian gajah benama Bunta yang mati dibunuh di tempat konservasi tersebut," kata Siti Nurbaya, di sela-sela peninjauan pengelolaan sampah saat mudik di tol Cikampek.

Aceh memiliki tujuh CRU untuk konservasi gajah. Unit ini untuk mengatasi mitigasi konflik di Aceh timur, Utara dan Pidi, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Aceh Selatan. Biayanya bersumber dari USAID dan juga Astra.

Mengenai perkembangan penanganan gajah Bunta, Siti Nurbaya menjelaskan, KLHK bersama tim Inafis dan Identifikasi Polres Aceh Timur serta tim dokter hewan BKSDA Aceh melakukan nekropsi dan olah tempat kejadian perkara atau TKP.

Dari olah TKP diperoleh fakta. Pertama, pengambilan sampel jantung, limpa, usus dan ginjal untuk uji laboratorium. Lalu, kedua pengambilan sisa patahan gading sebelah kiri sepanjang 46 m dan gading sebelah kanan sepanjang 148 cm.

Ketiga, diagnosa sementara tim medis BKSDA Aceh adalah toxicosis. Hal itu berdasarkan kerusakan dan perubahan organ-organ usus mengalami pendarahan, jantung nekrosis dan hiperemi, pembengkakan (oedema) dan sianosis pada paru dan oedema (pembengkakan) hati.

Selain itu, cairan di rongga dada sangat keruh dan adanya buah kuini di dalam usus serta ditemukan buah tersebut di dekat bangkai satwa ditemukan.

"Selanjutnya, sampel (limpa, usus, jantung dan ginjal) yang diambil pada Rabu (13/6/2018) akan kami kirim ke Puslabfor Cabang Medan melalui penyidik Polres Atim," ujar Siti Nurbaya sambil menambahkan kasus kematian gajah ini baru pertama kali terjadi di Aceh Timur.

Aceh memiliki 33 ekor gajah terlatih, dan 2 anak gajah, baik yang lahir maupun yang dievakuasi bulan lalu sebelum kematian Bunta. Gajah terlatih tersebut tersebar di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sare dan tujuh CRU. Hasil survei KLHK pada tahun lalu menunjukkan jumlah gajah di Aceh mencapai 539 ekor.

Sebelumnya, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menggelar sayembara berhadiah sebesar Rp100 juta bagi yang dapat memberikan informasi mengenai pelaku pembunuh gajah Bunta.

Selain itu, sejumlah lembaga lingkungan seperti Forum Konservasi Leuser (FKL), Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Wildlife Conservation Society (WSC), Orangutan Information Centre (OIC), Yayasan Ekosistem Lestari, mengecam pembunuhan gajah Bunta dan memberikan apresiasi untuk pemberi informasi pelaku pembunuhan.

Ada pula Warung Kopi Leuser Cafe yang akan menggratiskan minum kopi seumur hidup bagi mereka yang menemukan identitas pelaku pembunuhan gajah tersebut.

Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

Bisnis.com

EKONOMI

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.