Add to favourites
News Local and Global in your language
17th of November 2018

Gaya Hidup



Berat badan tiba-tiba naik? Bisa jadi ini sebabnya - ANTARA News

Jakarta (ANTARA News) - Pernahkah Anda atau rekan Anda mengeluhkan berat badan yang tiba-tiba saja naik, padahal asupan makanan Anda tak berlebihan? 

Bila begini, bisa jadi ada salah satu penyebabnya ada di bawah ini: 

1. Gangguan tiroid

Jika produks hormon dari kelenjar tiroid tidak cukup, Anda bisa mengalami hipotiroidisme. Di antara berbagai gejalanya, pertambahan berat badan yang tidak dijelaskan dan rendahnya level energi menjadi gejala yang paling sering terjadi. 

Kondisi ini bila berlangsung lama bisa berbahaya bagi Anda. Oleh karenanya, setelah terdiagnosa mengalami hipotiroidisme, Anda akan mendapatkan pengobatan untuk membantu mengompensasi tiroid yang tak aktif. 

Bila dosis obat yang diberikan tepat, berat badan akan kembali normal. 

Baca juga: Selalu gelisah dan kurang bersemangat? karena gangguan tiroid

Baca juga: Gejala gangguan tiroid yang mungkin tak disadari

2. Insomnia

Ahli kesehatan menyarankan orang dewasa bisa tidur 7-9 jam per hari (saat malam). Masih terjaga hingga larut malam bisa meningkatkan rasa lapar dan ini menuntun orang makan saat larut. 

Studi menunjukkan bahwa semalam saja kurang tidur bisa menyebabkan perubahan dalam tubuh luasnya ruang penyimpanan lemak. 

Dengan kata lain, kurang tidur menyebabkan kenaikan berat badan dengan cara mengurangi protein yang merupakan komponen utama otot.

Baca juga: Kebiasaan ini bisa sebabkan Anda susah tidur

3. Depresi

Dalam banyak kasus, depresi mungkin disertai dengan perubahan berat badan - kadang-kadang naik dan terkadang naik kembali. 

Ada kemungkinan penderita depresi menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dan akibatnya dia kurang bergerak. . 

Bisa juga dia justru makan lebih banyak untuk mengatasi suasana hati mereka yang bermasalah.Makanan yang dipilih justru tidak sehat dan mengadung tinggi kalori. 

Belinda Needham, asisten profesor di University of Alabama di Birmingham, mengatakan ada peningkatan produksi hormon stres kortiso, akibat gangguan mood. Kkadar kortisol yang lebih tinggi, bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Baca juga: Kiat kelola stres agar tak menjadi depresi

4. Penyakit Cushing

"Cushing biasanya berhubungan dengan rendahnya energi dan komplikasi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi," kata Dr. Reshmi Srinath, asisten profesor endokrinologi, dan penyakit tulang dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai.

Penambahan berat badan yang berlebihan disertai adanya stretch mark merah di sekitar area perut adalah pertanda yang kuat kondisi ini. 

Srinath mencatat penderita hanya bertambah gemuk di bagian tengah dan belakang leher mereka, sementara lengan dan kaki mereka tetap ramping. 

Jika Anda mengalami tanda-tanda ini, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Demikian seperti dilansir Medical Daily.   

Penerjemah: Lia Wanadriani SantosaCOPYRIGHT © ANTARA 2018

Read More




Leave A Comment

More News

ANTARA News - Hiburan - Gaya

BuzzFeed - DIY

Reuters: Lifestyle

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.