Add to favourites
News Local and Global in your language
17th of August 2018

Internasional



Atos SE akuisisi Syntel Inc senilai US$ 3,57 miliar

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan teknologi asal Prancis, Atos SE setuju untuk mengakuisisi Syntel Inc yang bermarkas di Michigan dengan transaksi sekitar US$ 3,57 miliar. Dalam transaksi ini Atos akan membayar US$ 41 per saham, yang mewakili premi 4,78% dari harga penutupan Syntel sebesar US$ 39,13 pada hari Jumat.

Mengutip Reuters, Senin (23/7), kesepakatan ini disetujui dengan suara bulat oleh dewan direksi Syntel. 

Chief Executive Officer Atos, Thierry Breton mengungkapkan, kesepakatan ini akan meningkatkan kapasitas Atos di masa mendatang, sebab pengetahuan Syntel tergolong kuat di bidang digital, termasuk layanan cloud, media sosial, seluler, analitik, dan otomatisasi. Semua area yang semakin penting untuk operasi TI perusahaan.

Wall Street Journal, Minggu (22/7) melaporkan akuisisi ini juga akan meningkatkan kehadiran Atos di Amerika Utara, dimana pendapatan perusahaan turun tak terduga dalam tiga bulan pertama tahun ini. 

Secara khusus, Syntel memiliki hubungan yang kuat dengan perusahaan jasa keuangan, serta perusahaan di sektor perawatan kesehatan dan ritel. American Express, State Street Bank, dan FedEx Corp adalah tiga pelanggan terbesar Syntel di tahun 2017, menyumbang sekitar 45% dari pendapatan tahunan perusahaan. 10 pelanggan terbesarnya menghasilkan 69% dari total pendapatan tahun lalu.

Atos telah mencari akuisisi besar untuk memperluas portofolio produknya, tahun lalu Atos kalah dari saingannya Thales SA dari Prancis dalam upaya mengakuisisi perusahaan pembuat kartu pintar dan perusahaan keamanan digital Gemalto NV senilai € 4,8 miliar atau setara dengan US$ 5,6 miliar.

Reporter: Agung Jatmiko Editor: Herlina Kartika AKUISISI [embedded content] Read More




Leave A Comment

More News

Kontan Online

LUAR NEGERI

International | Jakarta

China Post Online -

WorldPost - The Huffington

Reuters: World News

Disclaimer and Notice:WorldProNews.com is not the owner of these news or any information published on this site.